BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 12)

BANTAHAN TERHADAP ASY-SYAIKH SHALIH AS-SUHAIMY (BAGIAN 12)

Asy-Syaikh Abu Ammar Ali bin Husain asy-Syarafy al-Hudzaify hafizhahullah

POIN KESEBELAS

Asy-Syaikh as-Suhaimy berkata, “Sesungguhnya sebagian yang terjadi di medan dakwah berupa berbagai perdebatan, bantahan, mengilzam (mengharuskan pihak lain), dan kritikan, sebabnya karena sebagian orang tidak memahami perkataan yang dinukil (disampaikan) sesuai yang dimaksudkan oleh orang yang mengucapkannya, hal itu bisa jadi karena yang diajak bicara tidak memahami, atau akibat terlalu percaya yang berlebihan pada sebagian orang-orang yang menyampaikannya.” [15]

Saya katakan: Saya tidak mengetahui tentang masalah apa yang sedang dibicarakan oleh asy-Syaikh Shalih as-Suhaimy?! Jadi kita membaca kitab-kitab Masayikh kita dan tulisan-tulisan mereka, maka kita mendapati mereka mengutip dari buku-buku pihak yang dibantah dan para ulama tersebut menunjukkan buktinya dengan menyebutkan halaman dan nomor jilidnya, dan kita melihat ucapan orang-orang yang dibantah yang dipahami oleh Masayikh kita, bahkan siapapun yang membaca ucapan mereka bisa memahaminya.

Yang disebutkan oleh asy-Syaikh Shalih as-Suhaimy ini kita sama sekali tidak menjumpai sedikit pun disebutkan pada realita dalam bantahan-bantahan yang ditulis oleh Masayikh kita. Maka kenapa beliau tidak menyebutkan kepada kita satu contoh saja untuk menunjukkan bahwa apa yang beliau sebutkan benar-benar ada dalam realita?!

Sifat yang disebutkan oleh beliau ini justru tepat untuk diterapkan pada jalan yang beliau tempuh sendiri dalam tulisannya “Tanbih Dzawil Afham” di mana beliau melemparkan berbagai tuduhan ini dan beliau tidak menunjukkan kepada kita satu sumber rujukan pun. [16]

***

? Catatan Kaki:
[15] Tanbih Dzawil Afham, hlm. 49
[16] Yang semisal dengannya adalah kitab “an-Nashihah” tulisan Ibrahim ar-Ruhaily, yang berisi omong kosong tanpa bukti.

Asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhaly telah membantahnya dalam tulisan beliau yang berjudul “Bayanun Maa Fii Risalatir Ruhaily ‘an-Nashihah’ Minal Khalal wal Ikhlal.”
Demikian pula asy-Syaikh Abdullah al-Bukhary telah membantahnya dalam tulisan beliau yang berjudul “At-Ta’aqqubatis Sharihah.”

Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=159780

Bersambung In Syaa Allah ..

 

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.