BANTAHAN RINGKAS UNTUK MUSHA’FIQAH ASKARY BIN JAMAL AL-BUGISY

BANTAHAN RINGKAS UNTUK MUSHA’FIQAH ASKARY BIN JAMAL AL-BUGISY

 

Tiba tiba dapat rekaman audionya Askary yang menjelek jelekkan syaikh Arafat, syaikh Abdullah Shalfiq hafizhahumullah

Alhamdulillah, marahnya mendorong saya untuk menjawab. Bahwasannya seorang salafy adalah seorang yang ketika ditegur kemudian tahu kesalahannya dia rujuk, seorang salafy.

Seorang salafy bukan orang yang ma’shum tidak punya salah, gak ada manusia yang gak punya salah, gak ada.

Maka apa yang kalian katakan adalah perkara yang beliau beliau sudah rujuk bahkan syaikh Abdullah Shalfiq berbicara tergelincir, salah ngomong

Ketika berbicara tentang sifat ‘Adl, sifat adil bagi Allah subhanahu wa ta’ala, beliau menyatakan bahwa diantara sifat adilnya Allah adalah diletakkannya mizan, timbangan.. itu syaikh Abdullah Shalfiq

Cuma qodarullah wa maa syafa’al tergelincir ngomongnya, bukan diantara sifat adil Allah diletakkannya mizan, tapi diantara sifat Allah adalah mizan

Wuah…. diambil oleh mereka untuk mencaci syaikh Abdullah shalfiq!!

Fahadza baarakallahu fiikum min manhajil Haddadi, cara seperti ini adalah caranya Haddadiyyah, tidak boleh ada orang tergelincir, langsung dikatakan mubtadi’un dhal.

Padahal syaikh Abdullah Shalfiq sudah menyatakan bahwa itu tergelincir, kalau orang mendengarkan awal kajian sampai akhir kajian pasti tahu, bahwa kami sedang membahas sifat adil, diantara bukti keadilan Allah, Allah letakkan timbangan, tergelincir sebagai manusia, hampir setiap orang pernah tergelincir.

Dijadikan oleh mereka, dibesarkan besarkan seakan-akan syaikh Abdullah Shalfiq sesat.

Maka syaikh Abdullah Shalfiq mengatakan; nih buku saya, nih kitab saya, dia tulis risalah-risalah akidah, apakah pernah saya mengatakan bahwa mizan itu sifat Allah?

Mizan itu bukti keadilan Allah, bukti sifat adil Allah, pembahasannya tentang adil.

Yang kedua syaikh Arafat, yang menyatakan bahwasannya pasukan Hunain itu banyak jumlahnya, tapi sebagian besar mereka adalah orang-orang yang baru masuk Islam, yang belum mapan iman dihatinya.

Kata mereka ini mencerca sahabat …!!

Bukankah mereka itu para sahabat Nabi dalam perang Hunain, kenapa di caci maki ?!..
Kenapa dikatakan belum mapan imannya, kenapa dikatakan begini, dikatakan begitu ?!..

Thayyib, ana tidak merasa seperti itu, ana cabut ucapan saya, saya rujuk, sudah ada rujuknya dan sudah disebutkan, sudah tercatat dimana mana, itupun ketika ditunjukkan kepada syaikh Rabi’, kalau seperti ini bukan mencela sahabat kata syaikh Rabi’, memang sebagian mereka baru masuk Islam saat itu, tetapi kemudian setelah itu mapan mereka, artinya kalau dianggap terus menerus begitu, itu baru mencela sahabat, tapi kalau berbicara bahwa sebagian mereka baru masuk Islam, memang kenyataanya mereka baru masuk Islam, baarakallahu fiikum ini namanya betul-betul Shu’fuq, Askary Shu’fuq, tidak punya hujjah sehingga memaksa-maksakan ketergelinciran diambil, keliru ngomong diambil, ma sya Allah, tidak punya rahmat, tidak punya akhlak, tidak punya adab, tidak punya udzur kepada orang yang keliru, padahal hadits sudah sangat jelas, ma huwal hadits..?

إن الله تجاوز عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه.

“Sesungguhnya Allah memaafkan perbuatan umatku karena kekeliruan mereka, lupa atau yang dipaksakan kepadanya.”

✍🏻 Al-Ustadz Muhammad as Seweed _hafizhahullah_
(Di ambil dari pelajaran santri TD Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon, 26 syawal 1439H/10 Juli 2018M)

💽 Sumber Audio : Panitia Kajian Ma’had Dhiyaussunnah Cirebon

🎙 Link Audio : https://bit.ly/2u7k61o

© 1439 / 2018 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.