Bagaimana cara Bermu’amalah Orangtua Peminum Khomer dan Makan Daging Babi?

bagaimana bermuamalah denganBAGAIMANA CARA BERMUAMALAH DENGAN AYAHNYA YANG SUKA MINUM KHOMER DAN PEMAKAN DAGING BABI?

Asy Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry hafizhahullah

Pertanyaan: Salah satu ikhwah bertanya:

Ayahnya orang kafir dan ketika -akh ini- hendak mengambil putranya dari ayahnya -yakni yang bersama kakek anak ini- ayahnya sedang minum khomer dan makan babi di hadapan cucunya ini, demikian juga dia jadikan anak tersebut tidak sholat dan lain sebagainya, maka bagaimana bermu’amalah bersama ayahnya yang akan memutuskan hubungan antara putranya dengan kakek.

Jawaban: Iya, dalam kondisi ini, sangat dikhawatirkan atas anak yang baru berkembang maka tidak ditemukan dengan kakeknya dalam kondisi ini dan wajib baginya untuk bersungguh-sungguh di dalam menasehati ayahnya, dan berupaya keras, bersungguh-sungguh dan berupaya keras semoga Alloh wafatkan dia di atas Islam, mudah-mudahan Alloh memberikan kepadanya hidayah sehingga dia masuk Islam, iya.

Pertanyaan: Dia karena dia mengatakan:

Khawatir yakni memutuskan hubungan di antara mereka akan menimbulkan kerusakan yang besar atau demikian?

Syaikh: Tidak, tidak akan menimbulkan kerusakan yang besar, karena dia ini kafir, sedangkan anak ini muslim dan cucu, maka wajib untuk dijauhkan darinya dalam kondisi kacau, minum khomer, makan babi, apabila di sana ada pesta-pesta keagamaan yang mereka selenggarakan, maka anak tersebut dijauhkan darinya karena ini. Pertemukan dengannya di waktu-waktu tidak ada sedikitpun dari hal-hal tersebut. Iya.

Alihbahasa : Ustadz Muhammad Sholehudin hafizhahullah

Download Audio Di Sini

====================

 كيف يتعامل مع أبيه الذي يشرب الخمر ويأكل الخنزير؟

السؤال:  أحد الإخوة يقول: أبوهُ كافِر وعندما يأخُذ- هذا الأخ – إبنهُ عند أبيهِ- يعني عندَ جد هذا الولد- يشرب الأب الخمرَ ويأكُل الخنزير بحضرة هذا الحفيد، كذلك يجعلهُ لا يُصلي إلى غيرِ ذلك، فكيف يتعامل مع أبيه يقطع العلاقة بين إبنهِ والجد.

الجواب: نعم، في هذه الحال، لأن يُخشى على الناشيء لا يأتي بهِ إليه بهذه الحال وعليه أن يجتهد في نصح أبيه، واجتهاد، يجتهد ويجدّ لعل الله يتوفاه  على الإسلام، لعل الله يهديه فيُسلِم، نعم.

السؤال:  هو لأنه يقول يخاف يعني بالقطع بينهم تحصُل مفسدة كبيرة أو كذا؟

الشيخ:  لا ما تحصل مفسدة كبيرة، لأنَّ هذا كافِر، وهذا الولد مُسلِم الحفيد، فيجب أن يُبعِدهُ عنه في الحالات المشبوهة، شرب الخمر،  أكل الخنزير، إذا كانت هناك طُقوس تُقام يَتَعبدونَ بها، يُبعدهُ عنها في هذه، يأتيه في أوقات ليس فيها شيء. نعم.

Sumber : http://ar.miraath.net/fatwah/10112

© 1438 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.