Apakah Seseorang Akan DiAdzab Karena Berdekatan Dengan Orang Sesat

Apakah Seseorang Akan Di AdzabAPAKAH SESEORANG AKAN DIADZAB KARENA BERDEKATAN DENGAN ORANG YANG SESAT

Asy-Syaikh Shalih bin Muhammad Al-Luhaidan hafizhahullah

Saya (Asy-Syaikh Badr bin Muhammad Al-Badr hafizhahullah –pent) bertanya kepada guru kami Shalih Al-Luhaidan pada pagi hari Rabu 5 Muharram 1436 H tentang firman Allah Ta’ala:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُوْلُ يَا لَيْتَنِيْ اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا. يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِيْ لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا. لَقَدْ أَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِيْ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُوْلًا

“Dan ingatlah pada hari ketika orang yang zhalim menggigit kedua tangannya seraya berkata: ‘Duhai sekiranya aku dahulu menempuh jalan Rasul. Duhai celaka diriku, seandainya saja aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat. Sungguh dia telah menyesatkan diriku dari Al-Qur’an ketika telah datang kepadaku.’ Dan syaithan tidak pernah mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqaan: 27-29)

Juga firman-Nya:

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِيْنَ اتُّبِعُوْا مِنَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ. وَقَالَ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَٰلِكَ يُرِيْهِمُ اللهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِيْنَ مِنَ النَّارِ

“Ingatlah ketika orang-orang yang diikuti (kesesatannya) berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti mereka dan mereka telah melihat adzab serta segala hubungan telah terputus. Dan orang-orang yang mengikuti mengatakan: ‘Seandainya kami dikembalikan ke dunia agar kami bisa berlepas diri dari mereka sebagaimana mereka telah berlepas diri dari kami.’ Demikianlah Allah akan menampakkan amal perbuatan mereka sebagai penyelasan yang mendalam atas mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari neraka.” (QS. Al-Baqarah: 166-167)

Apakah ayat-ayat ini menunjukkan bahwa seseorang akan dihisab dan diadzab karena dia berteman dengan orang menyimpang dan sesat?

Beliau menjawab: Apakah ada seseorang yang ragu tentang hal ini, wahai anakku?! Tidak diragukan lagi dia akan dihisab. Bukankah Nabi shallallahu alaihi was sallam telah mentahdzir dari teman yang buruk, sebagaimana dalam hadits:

مَثَلُ الجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيْسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيْرِ

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api atau pandai besi.” (HR. Al-Bukhary no. 5534 dan Muslim no. 2628 –pent)

Peniup api bisa membakar bajumu, dan sabda beliau ini merupakan tahdzir agar jangan berteman dengannya.

Saya bertanya lagi: Apakah artinya dia akan diadzab dan dihisab karena berteman dengan orang yang menyimpang tadi, wahai syaikh kami?

Beliau menjawab: Ya, dia juga akan diadzab.

Sumber artikel:
www.bayenahsalaf.com/vb/showthread.php?t=22503

Senin, 10 Muharram 1436 H

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.