Apakah Penuntut Ilmu Tidak Boleh Membicarakan Kesalahan Kecuali Harus Selalu Meminta Bimbingan Ulama

Membicarakan Kesalahan OrangAPAKAH PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH MEMBICARAKAN KESALAHAN KECUALI HARUS SELALU MEMINTA BIMBINGAN ULAMA

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah

Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, apakah ucapan ini benar, yaitu: “Seorang penuntut ilmu tidak boleh membicarakan kesalahan orang-orang tertentu yang mereka ini termasuk Ahlus Sunnah dan terjatuh kepada kesalahan-kesalahan, kecuali dengan meminta bimbingan para ulama?”

Jawaban:

Tidak, ini tidak benar. Tetapi dia berbicara sebatas untuk menjelaskan kesalahannya, jika yang salah tersebut termasuk ulama Sunnah dan termasuk Ahlus Sunnah atau selain mereka. Ini merupakan kebutuhan, menjelaskannya karena kebutuhan. Jika datang kebutuhan dan seseorang melihat orang lain dikhawatirkan akan diikuti kesalahannya, maka dia boleh untuk mengatakan: “Ini salah, si fulan salah dalam masalah ini, si fulan pendapatnya lemah, sedangkan si fulan pendapatnya yang rajih (kuat).” Hal itu boleh walaupun yang salah tersebut termasuk Ahlus Sunnah, karena sesungguhnya para ulama sejak dahulu sebagian mereka biasa membantah sebagian yang lain, dan hal itu tidak masalah. Dan kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan keikhlasan kepada kita dalam perkataan dan perbuatan.

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ نِبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ بِإِحْسَانٍ.

   Sumber audio:  http://www.youtube.com/watch?v=ZjwSZQvTt7U

###

Dengarkan Audionya:

~  Download Audio di Sini

Alih bahasa: Abu Almass
Senin, 2 Ramadhan 1435 H

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.