APAKAH DISYARATKAN MENASEHATI ORANG YANG MENYELISIHI KEBENARAN SEBELUM MENTAHDZIRNYA?

 AL-AJWIBAH AL-MAKIYYAH ALAL AS-ILAH AL-MANHAJIYYAH AL-LIBBIYAH  ~ TANYA JAWAB MANHAJ ~

Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul hafizhahullah

بسم الله الرحمن الرحيم
إنَّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
ألا وإن أصدق الكلام كلام الله، وخير الهدى هدى محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار. أما بعد:

Berikut ini adalah kumpulan tanya jawab tentang manhaj yang diajukan kepada saya oleh saudara kita Abu Dzar bin Ali Al-Libby ketika saya mendapatkan kehormatan dengan kunjungannya ke rumah saya di Makkah, pada hari Selasa 2 Jumadal Akhirah 1430 H. Maka saya menjawabnya sebatas kemudahan yang Allah berikan kepada saya. Lalu dia merekamnya kemudian mentranskripnya dan ingin menyebarkannya, agar faedahnya merata. Mudah-mudahan Allah membalasnya dengan kebaikan atas apa yang dia lakukan ini yang saya sendiri memohon kepada Allah agar mencatat bagi saya, baginya dan bagi semua kaum Muslimin berupa pahala dan ganjaran, serta mengaruniakan keikhlasan kepada kita semua dalam perkataan dan perbuatan serta dalam upaya mengikuti Sunnah Nabi kita yang mulia shallallahu alaihi was sallam dan bimbingan Salafus Shalih ridhwanullahi alaihim.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

***

APAKAH DISYARATKAN MENASEHATI ORANG YANG MENYELISIHI KEBENARAN SEBELUM MENTAHDZIRNYA?

PERTANYAAN PERTAMA

Penanya: Apakah disyaratkan menasehati orang yang menyelisihi kebenaran sebelum mentahdzirnya, karena sebagian manusia jika Anda mengingatkannya dari bahaya penyimpangan seseorang tanpa memperhatikan jenis tahdzirnya, dia membantah Anda dengan mengatakan: “Apakah engkau telah menasehatinya?” Padahal si fulan tersebut telah menyebarkan berbagai pemikiran yang buruk yang terkadang menjadikan Anda ingin segera mentahdzirnya?

Asy-Syaikh:

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه أما بعد:

Sesungguhnya seseorang jika dia melakukan kesalahan dan kesalahan tersebut tidak tersebar, maka termasuk perkara yang baik adalah dengan menasehatinya secara rahasia dan membimbingnya atau mengarahkannya kepada kebaikan, dengan harapan mudah-mudahan dia benar-benar mau bertaubat dan kembali kepada kebenaran. Jika dia telah dinasehati secara rahasia namun dia tidak mau rujuk dari kesalahannya, maka dia diingkari secara terang-terangan dan dijelaskan kesalahan serta penyelisihannya terhadap kebenaran. Adapun jika kesalahannya telah tersebar di tengah-tengah manusia, maka dia dibantah secara terang-terangan, dan jika memungkinkan untuk menasehatinya secara rahasia maka hal itu boleh dilakukan.

Adapun menyatakan bahwasanya wajib untuk menasehatinya secara rahasia sebelum menasehatinya secara terang-terangan, maka pernyataan ini menyelisihi manhaj Salaf. Jika kita memperhatikan manhaj Salaf; ketika sebuah kesalahan sampai kepada mereka, maka mereka langsung mengingkari kesalahan tersebut dan membantahnya. Dan mereka tidak mengatakan: “Kita tunggu terlebih dahulu sampai kita menasehatinya secara rahasia.” Demikan juga mereka tidak mengatakan: “Apakah kalian telah menasehatinya?!” Sebelum kalian bertanya, tidak ada riwayat dari Salaf yang semacam ini. Yang ada dari mereka –semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan, dan apa yang mereka lakukan adalah benar– hanyalah dengan mereka langsung mengingkari kesalahan, wallahu a’lam.

Sumber artikel: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=108091

* Alih bahasa: Abu Almass
Jum’at, 25 Jumaadats Tsaniyah 1435 H

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.