Apakah di Haruskan Menasehati dulu Sebelum Membantah???…

Membantah SyubhatFawaid Manhajiyyah dari asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah

Pertanyaan keenam:

Sebagian orang mengatakan bahwa termasuk maslahat dakwah dan kelembutan ialah kita tidak membantah seseorang kecuali setelah (kita) menasihatinya, dan dia sendiri menyatakan rujuk (dari kesalahannya); ini lebih utama. Akan tetapi, kalau kita membantahnya di depan umum akan terjadi berbagai kerusakan dan memecah belah dakwah.

Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hafizhahullah wa ra’ahu menjawab:

Ucapan ini—tanpa diragukan lagi—adalah mencampurkan yang batil kepada kebenaran. Orang yang memiliki kesalahan mau rujuk (kembali kepada kebenaran) dengan kesadaran sendiri—tanpa diragukan—adalah lebih utama atau tidak ada yang menghalangi dirinya untuk berbuat seperti itu. Hanya saja, menjadikan hal yang dianggap baik ini (rujuknya orang yang salah dengan kesadaran sendiri) sebagai sebuah kewajiban, dan menganggap inilah mazhab salaf; ini adalah kesalahan dan menyebabkan terpecah belahnya jamaah. Ini adalah ucapan yang batil. Ini satu hal.

Hal yang kedua, perhatikan apa yang telah aku sebutkan sebelumnya, yaitu apabila ada kemungkaran (dalam sebuah majelis) dan seseorang telah keluar darinya, majelis pun telah berhenti, orang-orang pun bubar, maka bisa jadi orang awam dan penuntut ilmu akan menganggapnya sebagai kebenaran, dalam keadaan mereka telah bubar dan tidak ada seorang pun yang mengingkarinya setelah itu.

Jadi, (yang pertama,) kita tidak melihat kepada si dai, tetapi menimbang tentang kebenaran dan kebatilan serta tersebarnya keduanya. Yang kedua, dalam urusan yang seperti inikita melihat kepada manhaj salaf. Sesungguhnya, generasi salaf lebih berilmu dan lebih utama. Manhaj mereka lebih hikmah dan lebih selamat. Ternyata, manhaj salaf dalam hal ini adalah melakukan pengingkaran.

Apakah kita lebih utama daripada para sahabat ridhwanullah alahim, yang melakukan pengingkaran saat itu juga dan tidak menunggu waktu? Apakah kita lebih utama daripada para imam salaf, yang melakukan pengingkaran secara langsung terhadap orang-orang yang menyelisihi (syariat) dan tidak menunggu?

Ucapan ini (yang disebutkan dalam pertanyaan), saya khawatir ini merupakan tetasan dari para mumayyi’ dan tetasan dari penyeru “maslahat dakwah” yang ternyata terkait dengan maslahat pribadi mereka, bukan maslahat agama Allah ‘Azza wa Jalla.

Jadi, kesimpulannya—semoga Allah memberkahi Anda—perkara ini tidak ada penghalangnya, sehingga menjadi sesuatu yang baik, tetapi hal ini tidak wajib. Yang kedua, menganggap pengingkaran kepada mukhalif dan membantah kesalahan sebagai tindakan memecah belah dan tidak memerhatikan maslahat dakwah, ini adalah ucapan yang batil, menyelisihi manhaj salaf ridhwanullah ‘alaihim.

السؤال السادس : بعض الناس يقول من باب مصلحة الدعوة والرفق أننا لا نرد على الشخص إلا بعد النصيحة ويقوم هو بنفسه بالتراجع هذا أفضل لكن لو رددنا عليه في العلن تحصل مفاسد وتشق الدعوة ؟

الشيخ أحمد بازمول حفظه الله ورعاه :

هذا كلام خلط للحق بالباطل بلا شك أن الرفق وبلا شك أن صاحب الخطأ كونه يتراجع بنفسه هذا أفضل أو هذا لا مانع منه , لكن أن يجعل هذا الأمر المستحسن أمراً واجباً وأن يجعل الأمر الذي عليه السلف خطأ ومفرق للجماعة هذا باطل من القول هذه قضية .

القضية الثانية إلحظ ما سبق أن ذكرته وهو أن المنكر إذا فارق الإنسان المجلس وانتهى ومشوا فإنه قد يستدل به عوام الناس وطلاب العلم على أنه حق وقد يتفرقون ولا ينكره أحد بعد ذلك فإذا لا ننظر إلى قضية الداعي إنما ننظر إلى قضية الحق والباطل وانتشارهما .

الأمر الثاني ننظر إلى منهج السلف في مثل هذه الأمور فإن السلف هم أعلم وأفضل ومنهجهم أحكم وأسلم فإن المنهج السلفي في مثل هذه الأمور الإنكار فهل نحن أفضل من الصحابة رضوان الله عليهم الذين أنكروا مباشرة ولم ينتظروا هل نحن أفضل من الأئمة من أئمة السلف الله عليهم رضواالذين أنكروا على المخالفين مباشرة ولم ينتظروا عليهم هذا قول يعني أخشى أن يكون يعني من تفريخات المميعين ومن تفريخات أصحاب مصلحة الدعوة التي هي معلقة بشخصهم لا بدين الله عز وجل .

فإذا الخلاصة بارك الله فيك إن هذا أمر لا مانع منه ومن ثم فهو حسن لكن ليس بواجب ليس بواجب والقضية الثانية أن جعل الإنكار على المخالف ورد الخطإ أنه من باب التفريق وعدم مصلحة الدعوة هذا قول باطل مخالف لمنهج السلف رضوان الله عليهم , نعم .

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=136061.

Ditulis oleh Abu Muhammad as-Sunni al-Liibii
Dialihbahasakan oleh Abu Muhammad Syu’bah

© 1439 / 2017 Forum Salafy Indonesia. All Rights Reserved.